WARTAGARUT.COM – Dalam upaya menanamkan nilai-nilai religius di lingkungan sekolah, SMK Muhammadiyah Garut terus membentuk karakter islami siswa melalui pembiasaan ibadah rutin, seperti salat Dhuha berjamaah dan kultum setiap Jumat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pendidikan karakter yang mengedepankan keseimbangan antara spiritualitas dan kompetensi kejuruan.
Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I, menegaskan bahwa program pembiasaan ibadah adalah bagian dari strategi pendidikan karakter yang seimbang antara spiritualitas dan akademik.
“Kami ingin lulusan SMK Muhammadiyah Garut tidak hanya unggul di bidang kejuruan, tetapi juga berakhlak mulia. Salat Dhuha dan kultum ini menjadi cara kami menanamkan kesadaran bahwa kesuksesan dunia dan akhirat harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Yan Yan menambahkan bahwa pihak sekolah berkomitmen menjaga kegiatan ini sebagai rutinitas wajib yang membentuk suasana sekolah islami.
“Kami berharap pembiasaan ini menumbuhkan keikhlasan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab pada diri siswa. Itulah nilai utama dalam pendidikan Muhammadiyah,” tuturnya.
Kegiatan pada Jumat (7/11/2025) ini dipimpin oleh Umar, S.Pd.I, Guru PAI dan juga Ke- Muhammadiyah-an menyampaikan tiga pesan penting Rasulullah SAW sebagai bekal moral dan spiritual bagi siswa.
Dalam kultumnya, Umar menekankan tiga pesan singkat yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW.
“Pertama, ketika beribadah, lakukan seolah-olah itu ibadah terakhir. Kedua, jagalah lisan agar tidak menimbulkan penyesalan. Dan ketiga, gantungkan segala urusan hanya kepada Allah, sebagai bentuk tawakal,” ujarnya
Umar menjelaskan bahwa Salat Dhuha memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, dan di SMK Muhammadiyah Garut kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan ibadah sunnah.
“Meskipun hanya dilaksanakan satu kali dalam seminggu di sekolah, harapannya siswa bisa membiasakan salat Dhuha juga di rumah. Inilah cara kami membangun karakter religius yang konsisten,” katanya.
Menurutnya, SMK Muhammadiyah Garut tidak hanya mengejar pendidikan kejuruan, tetapi juga pendidikan agama Islam dan ke-muhammadiyah-an sebagai pondasi moral siswa.
Karena itu, kegiatan seperti salat Dhuha berjamaah menjadi bagian dari program pembentukan akhlak mulia di sekolah.
Lebih lanjut, Umar menegaskan bahwa pembiasaan ibadah, khususnya salat Dhuha, berdampak langsung pada pembentukan karakter siswa.
“Orang yang terbiasa salat akan lebih mudah menjaga diri dari perbuatan keji dan mungkar. Itu sudah ditegaskan dalam Al-Qur’an,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai Tiga T — Tertib Belajar, Tertib Beribadah, dan Tertib Berorganisasi — yang menjadi ciri khas pembinaan karakter di SMK Muhammadiyah Garut.
“Alhamdulillah, tertib belajar kita jalankan lewat disiplin akademik, tertib beribadah melalui salat wajib dan sunnah berjamaah, serta tertib berorganisasi lewat kegiatan Hizbul Wathan dan organisasi siswa,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari seluruh warga sekolah. Umar mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen siswa dan hampir seluruh guru turut serta dalam pelaksanaan salat Dhuha berjamaah.
“Responnya luar biasa. Hampir semua siswa dan guru ikut, kecuali yang berhalangan. Ini bukti bahwa semangat ibadah di SMK Muhammadiyah Garut terus tumbuh,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni












