WARTAGARUT.COM – Dalam semangat kepedulian terhadap sesama, SMK Muhammadiyah Garut bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut menggelar kegiatan donor darah di lingkungan sekolah, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan bakti sosial ini berlangsung di kampus SMK Muhammadiyah Garut, Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 257, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.
Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekolah terhadap kebutuhan darah yang semakin meningkat di Kabupaten Garut.
“Tujuan pertama donor darah ini dalam rangka bakti sosial. Stok darah di PMI dari waktu ke waktu semakin menipis, sementara kebutuhan sangat banyak. Karena itu kami ingin berpartisipasi, terutama dari lingkungan sekolah,” ujar Yan Yan.
Ia menyampaikan bahwa antusiasme siswa sangat tinggi, terutama dari kalangan kelas XII, yang turut mendonorkan darah bersama para guru dan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah responnya luar biasa, banyak siswa dan guru yang ikut mendonorkan darahnya. Harapannya kegiatan ini bisa rutin, minimal tiga bulan sekali, agar kebutuhan pasokan darah tetap terpenuhi,” tambahnya.
Koordinator KSDD (Keluarga Sehat Donor Darah) Garut, Ani Mardiani Rahayu menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima donor, tetapi juga bagi kesehatan pendonor itu sendi
“Donor darah itu sangat penting. Selain menolong orang lain, juga baik untuk tubuh kita. Misalnya membantu sirkulasi darah agar lebih sehat, menurunkan risiko kanker, dan menjaga tubuh tetap awet muda,” terangnya.
Ani juga menyoroti tantangan yang dihadapi PMI Garut dalam menjaga ketersediaan stok darah, terutama karena banyaknya pasien thalassemia yang membutuhkan transfusi rutin.
“Anak-anak thalassemia di Garut ini ada yang harus transfusi setiap bulan, bahkan dua minggu sekali. Kadang stok darah tidak selalu tersedia karena berebut dengan pasien rumah sakit lain. Golongan darah yang paling sulit didapat sekarang itu golongan A dan AB, terutama rhesus negatif,” jelasnya.
Ia mengimbau para pendonor muda agar tidak takut untuk ikut donor darah, karena rasa takut terhadap jarum suntik hanyalah sugesti semata.
“Menolong sesama tidak harus dengan uang. Dengan darah pun sangat bermanfaat bagi pasien yang membutuhkan. Jadi ayo, anak muda Garut, biasakan donor darah rutin setiap dua bulan sekali!” serunya penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah Garut berharap bisa menjadi pelopor gerakan sosial di kalangan pelajar. Donor darah bukan hanya bentuk solidaritas, tapi juga edukasi nyata tentang nilai kemanusiaan, kesehatan, dan empati.
Yan Yan menegaskan bahwa sekolah akan terus berkolaborasi dengan PMI Garut agar kegiatan serupa bisa menjadi agenda rutin.
“Kami ingin terus menanamkan semangat peduli dan berbagi di kalangan pelajar. Donor darah ini wujud nyata bagaimana sekolah bisa berperan langsung untuk kemanusiaan,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni














