Tutup Tahun 2025, Pengangguran Turun, Kemiskinan Ekstrem Masih Jadi PR Besar Garut

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tutup Tahun 2025, Pengangguran Turun, Kemiskinan Ekstrem Masih Jadi PR Besar Garut

Tutup Tahun 2025, Pengangguran Turun, Kemiskinan Ekstrem Masih Jadi PR Besar Garut

WARTAGARUT.COM – Pemerintah Kabupaten Garut menutup tahun 2025 dengan catatan penting terkait kondisi kesejahteraan masyarakat.

Meski angka pengangguran menunjukkan tren penurunan sesuai target, persoalan kemiskinan ekstrem masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus ditangani secara lebih serius dan terukur.

Hal tersebut disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat memimpin apel gabungan terakhir tahun 2025 yang digelar di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (29/12/2025).

Dalam arahannya, Bupati mengapresiasi capaian penurunan tingkat pengangguran di Kabupaten Garut. Namun, ia memberikan catatan kritis terhadap penanganan kemiskinan ekstrem yang dinilai belum menunjukkan penurunan signifikan sesuai harapan pemerintah daerah.

“Kita tahu kemarin ada semacam laporan sementara, bahwa di Garut alhamdulillah tingkat pengangguran turun sesuai harapan kita. Tapi tingkat kemiskinan atau jumlah masyarakat miskin ekstrem itu memang turun, namun belum sesuai dengan yang kita harapkan,” ujar Syakur Amin.

Bupati Garut mengungkapkan, berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), kondisi kesejahteraan masyarakat Garut masih memerlukan perhatian serius.

Tercatat hampir 317 ribu warga Kabupaten Garut masuk dalam kategori Desil 1, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Data tersebut, menurut Syakur Amin, menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran.

Ia menargetkan pada tahun 2026 terjadi pergeseran signifikan tingkat kesejahteraan masyarakat, khususnya dengan mengurangi jumlah penduduk yang berada di kategori Desil 1 hingga Desil 5.

“Ini catatan buat kita semua. Tahun depan kita harus bisa mengurangi jumlah orang yang masuk Desil 1 sampai 5. Yang satu ke dua, yang dua ke tiga, yang lima ke enam atau tujuh. Semua Desil 1 sampai 5 itu harus berkurang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut juga mengapresiasi sejumlah perangkat daerah yang dinilai telah menunjukkan kinerja positif melalui berbagai inovasi.

Beberapa di antaranya adalah Dinas Koperasi dan Dinas Kesehatan, yang berhasil meraih penghargaan atas kontribusinya dalam upaya penyelesaian persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Meski demikian, Syakur Amin menegaskan bahwa evaluasi kinerja seluruh SKPD akan dilakukan lebih ketat pada tahun mendatang.

“Bikin inovasi-inovasi yang terarah pada upaya mengurangi kemiskinan. Penghargaan itu adalah bagian dari upaya kita bersama menyelesaikan masalah yang kita hadapi, dan itu perlu terobosan-terobosan baru,” lanjutnya.

Ia berharap setiap SKPD mampu menghadirkan program yang benar-benar berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar program administratif.

Menutup arahannya, Bupati Garut menegaskan bahwa berbagai catatan sepanjang tahun 2025 harus dijadikan baseline evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan ke depan.

“Kita tinggalkan tahun 2025 dengan berbagai catatan. Ini tidak boleh membuat kita berkecil hati, tetapi harus dijadikan ukuran awal. Tahun depan evaluasi akan kita lakukan lebih ketat,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Garut secara resmi menutup Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Tingkat Kabupaten Garut, seraya berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

BNPB Minta Warga Menjauh dari Pantai Setelah Gempa M 7,7 Filipina
Gempa Bumi M 7,7 Guncang Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk 5 Provinsi
Rudy Gunawan Apresiasi Bupati Syakur Amin, Garut Raih Juara 1 Pengendalian Inflasi Nasional
Kasubag TU Kemenag Garut: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Kemendagri Tetapkan Garut sebagai Kabupaten Terbaik Pengendalian Inflasi Jawa-Bali
Tiga Lokasi Tambang di Garut Dihentikan Sementara Karena Dugaan Pelanggaran Regulasi
PWI dan IPB Siapkan Beasiswa S2 untuk Wartawan, Buka Akses 10 Program Magister
Dadan Hindayana Dicopot, Nanik S Deyang Ditunjuk Prabowo Jadi Kepala BGN

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 15:05 WIB

BNPB Minta Warga Menjauh dari Pantai Setelah Gempa M 7,7 Filipina

Senin, 8 Juni 2026 - 07:55 WIB

Gempa Bumi M 7,7 Guncang Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk 5 Provinsi

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:05 WIB

Rudy Gunawan Apresiasi Bupati Syakur Amin, Garut Raih Juara 1 Pengendalian Inflasi Nasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:38 WIB

Kasubag TU Kemenag Garut: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:59 WIB

Kemendagri Tetapkan Garut sebagai Kabupaten Terbaik Pengendalian Inflasi Jawa-Bali

Berita Terbaru

error: Content is protected !!