WARTAGARUT.COM – Universitas Garut (Uniga) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi intelektual yang berdaya guna melalui kegiatan Kuliah Umum Kampus Berdampak bertema “Kampus Berdampak: Membangun Intelektual, Menggerakkan Perubahan”, yang digelar di Aula Gedung B Universitas Garut, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, Dr. Muhamad Hasan Chabibie, S.T., M.Si., Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam melahirkan generasi cendekia yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
“Kampus harus menjadi sumber energi perubahan sosial. Mahasiswa harus mampu menghadirkan solusi bagi permasalahan nyata di tengah masyarakat,” ujar Dr. Hasan Chabibie di hadapan peserta.
Rektor Universitas Garut, Dr. H. Irfan Nabhani, S.E., M.T., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan antusiasme peserta dari berbagai perguruan tinggi di Garut.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Universitas Garut dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Menurut Dr. Irfan, konsep Kampus Berdampak bukan sekadar jargon, melainkan sebuah gerakan nyata agar perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat Garut.
Kuliah umum ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Universitas Garut, H. Fakry Hamdani, M.Hum., M.Res., Ph.D., Wakil Rektor I Dr. Ijudin, S.Ag., M.Si., dan Wakil Rektor III Iman Saifullah, S.Pd.I., M.Pd.I.
Peserta berasal dari kalangan dosen, dekan, ketua program studi, serta mahasiswa dari tiga perguruan tinggi di Garut, yakni Universitas Garut (Uniga), Institut Pendidikan Indonesia (IPI), dan Institut Teknologi Garut (ITG).
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya interaksi dan diskusi yang berkembang selama acara. Banyak pertanyaan dan gagasan muncul terkait strategi mewujudkan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Melalui kegiatan ini, Uniga berharap semangat “Kampus Berdampak” dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi, berkolaborasi lintas bidang, dan menjadi agen perubahan di masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa Uniga dan seluruh perguruan tinggi di Garut tumbuh sebagai generasi intelektual yang peka sosial, inovatif, dan berdampak bagi lingkungan sekitarnya,” tutup Rektor Uniga.***
Penulis : Soni Tarsoni














