WARTAGARUT.COM – Tiga Santri murid SMP IT Al Mashduqi Garut berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih Juara Harapan 3 Lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat nasional dalam ajang Smart Teen Competition (SMENTION) 2026.
Melalui kompetisi bertema kepedulian lingkungan, yang digelar belum lama ini dan diikuti pelajar dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ketiga siswa berprestasi tersebut adalah Dhefra Nafsa Arifa (Grade 3), M. Basith Elkarim (Grade 3), dan Nizam Muhammad Fadlan (Grade 2).
Mereka tampil sebagai wakil resmi SMP IT Al Mashduqi Garut dan menunjukkan kemampuan berpikir kritis, argumentatif, serta adab dalam menyampaikan pendapat di hadapan dewan juri nasional.
Kepala SMP IT Al Mashduqi Garut, Nispi Gustia Nurani, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian para siswanya yang dinilai sebagai hasil kerja keras dan pembinaan berkelanjutan.
“Prestasi ini bukan datang secara instan. Anak-anak kami dibina secara konsisten, baik dari sisi akademik, karakter, maupun mental bertanding,” ujar Nispi saat ditemui di lingkungan sekolah, Jalan KH. Mashduqi No. 67, Tarogong Kaler, Garut, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, sekolah menempatkan penguatan literasi, kemampuan komunikasi, serta pembentukan akhlak sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.
“Kami ingin siswa tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dengan santun dan bertanggung jawab,” katanya.
Dalam kompetisi SMENTION 2026, para peserta ditantang untuk membedah isu-isu strategis, khususnya persoalan lingkungan hidup, melalui debat berbasis data, logika, dan solusi konkret.
Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Dhefra Nafsa Arifa, salah satu perwakilan tim debat, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan selama beberapa bulan melalui latihan rutin, simulasi lomba, dan pendampingan intensif dari para guru pembimbing.
“Kami belajar menyusun argumen, memahami isu lingkungan, dan berlatih menyampaikan pendapat secara terstruktur,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan M. Basith Elkarim.
Ia mengaku pengalaman mengikuti kompetisi nasional menjadi pelajaran berharga dalam membangun kepercayaan diri dan kedewasaan berpikir.
“Bertemu peserta dari berbagai daerah membuat kami lebih termotivasi untuk terus belajar,” tuturnya.
Sementara itu, Nizam Muhammad Fadlan menilai ajang SMENTION 2026 membuka wawasan tentang pentingnya peran generasi muda dalam menjaga lingkungan.
“Debat ini membuat kami lebih peduli terhadap masalah lingkungan di sekitar,” katanya.
Pihak sekolah menyebutkan, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis karakter dan literasi mampu menghasilkan siswa yang kompetitif di tingkat nasional.
Ke depan, SMP IT Al Mashduqi Garut berkomitmen memperkuat program pembinaan debat, riset pelajar, dan pengembangan bakat akademik.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas pembinaan agar lebih banyak siswa mampu berprestasi di level nasional bahkan internasional,” ujar Nispi.
Capaian ini sekaligus memperkuat posisi SMP IT Al Mashduqi Garut sebagai salah satu lembaga pendidikan yang konsisten mendorong prestasi, kepedulian sosial, dan kecakapan abad ke-21 di kalangan pelajar.
Prestasi tiga siswa tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Kabupaten Garut untuk berani berkompetisi, berpikir kritis, serta berkontribusi positif bagi masyarakat melalui jalur pendidikan.***
Penulis : Soni Tarsoni














