WARTAGARUT.COM – Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Barat yang juga anggota Komisi V DPRD Jabar, H. Aceng Malki, melontarkan kritik keras dalam Rapat Panitia Khusus (Pansus) VII DPRD Jabar yang berlangsung di SPTH Jatinangor, Kamis (11/09/2025).
Dalam rapat yang membahas pasal demi pasal terkait aturan pemanfaatan aset daerah, Ceng Malki atau akrab disapa Ceng Dewan, menyoroti sejumlah dinas yang tidak hadir atau hanya mengirim perwakilan yang dinilai tidak kompeten di bidangnya.
“Kalau kepala dinas tidak hadir, minimal wakilnya harus paham substansi pembahasan. Apalagi ini pansus sedang mengupas aturan sewa-menyewa aset. Kalau datang tanpa file, tanpa data, atau bahkan tidak hadir sama sekali, lalu untuk apa duduk di sini?” tegas Ceng Malki.
Menurutnya, pansus ini dibentuk justru untuk menyelamatkan dan mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah.
Karena itu, kehadiran dinas terkait sangat penting agar pembahasan berjalan substantif.
Ia juga menyoroti lemahnya pengelolaan aset di beberapa dinas, khususnya terkait titik-titik pengamanan dan penjagaan yang tidak jelas.
“Banyak titik aset, tapi penjagaannya tidak tergambar. Harus masuk ke dalam pasal pengamanan. Kalau tidak ada data yang jelas, bagaimana kita bisa merumuskan aturan yang benar?” tambahnya.
Ceng Malki bahkan menegaskan bila dirinya sedang berada pada titik emosi, pejabat yang hadir tanpa persiapan bisa saja langsung ia usir dari forum.
Pansus VII sendiri tengah fokus membahas aturan sewa-menyewa aset daerah, mekanisme pengelolaan, serta pasal-pasal pengamanan. DPRD berharap melalui pansus ini, tata kelola aset di Jawa Barat bisa lebih transparan, efektif, dan bermanfaat bagi kepentingan publik.
Penulis : Soni Tarsoni














