WARTAGARUT.COM — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut menggelar Pelatihan Keterampilan dan Pengetahuan Dasar Perencanaan bagi para perencana muda di lingkungan Pemkab Garut.
Kegiatan berlangsung di Aula Rapat Rektorat Universitas Garut (Uniga) pada Senin, 1 Desember 2025, sebagai upaya memperkuat kualitas penyusunan perencanaan pembangunan daerah.
Kepala Bappeda Garut, Drs. Natsir Alwi, M.Si., menegaskan bahwa perencanaan merupakan fondasi utama sebelum berbagai program dan kebijakan dijalankan.
“Dengan kegiatan ini, kita menyiapkan para perencana muda untuk bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Semua pembangunan dimulai dari perencanaan. Semoga pelatihan ini memperkuat perencanaan Kabupaten Garut ke depan,” ujarnya.
Natsir menambahkan bahwa pelatihan ini secara khusus diberikan kepada perencana baru, baik dari jalur CPNS maupun P3K, serta beberapa perwakilan dari SKPD yang dinilai membutuhkan penguatan kapasitas penyusunan dokumen perencanaan.
“Tujuan utamanya adalah membekali para perencana, bukan hanya di Bappeda, tetapi juga di SKPD. Dengan begitu, kita bisa menghasilkan perencanaan yang terintegrasi, baik, dan berdampak bagi kemajuan Kabupaten Garut,” tambahnya.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Garut, Agus Dinar, S.Kep., MKM, menjelaskan bahwa pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 1–4 Desember 2025, dengan peserta dari Bappeda dan 13 SKPD prioritas.
“Kami menyelenggarakan pelatihan mekanisme proses perencanaan daerah. Peserta berasal dari perencana Bappeda dan 13 SKPD yang memiliki perencana baru,” jelas Agus.
Menurutnya, materi yang diberikan mencakup logical framework, statistik dasar, hingga konsep umum perencanaan pembangunan daerah, dengan menghadirkan narasumber dari LAN, Universitas Garut, dan perencana senior Bappeda.
“Tuntutan masyarakat kini semakin tinggi. Karena itu, perencanaan harus disusun dengan baik. Peserta diharapkan memahami konsep perencanaan yang benar, menyusun logical framework, hingga merumuskan rencana aksi yang terukur,” kata Agus.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara optimal mengingat kegiatan ini juga didesain dalam lingkungan akademis Uniga agar suasana belajar lebih fokus dan kondusif.
“Semoga insight baru dari para narasumber bisa menambah kapasitas peserta. Kami ingin lahir perencana yang sinergis, mampu menyusun dokumen perencanaan, dan mendukung koordinasi Bappeda sebagai koordinator pembangunan daerah,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni














