WARTAGARUT.COM– Dalam acara Sidang Terbuka Senat Wisuda Diploma, Sarjana, Profesi, dan Magister Angkatan ke-42 Gelombang II Tahun Akademik 2024/2025 yang berlangsung di Kampus Universitas Garut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Garut, memberikan pesan berharga bagi para wisudawan.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan betapa pentingnya integritas, inovasi, dan kompetensi untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan masyarakat.
“Wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang. Saya tahu persis bagaimana proses yang telah dilalui oleh kalian semua. Setiap tahapan ujian, kompetensi, dan tantangan adalah bagian dari proses hidup yang harus dijalani,” ujar Bupati Garut dengan penuh semangat.
Abdusy Syakur Amin juga menekankan kepada para wisudawan bahwa memiliki integritas yang tinggi adalah hal utama dalam menghadapi tantangan besar.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan berbahasa asing dan penggunaan alat-alat digital canggih untuk bersaing di dunia yang semakin global.
“Sebagai mahasiswa, kalian harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Jangan hanya mencari pekerjaan, tapi ciptakan pekerjaan. Terutama di desa-desa yang masih membutuhkan banyak bantuan. Kami mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam program KKN yang berlangsung lebih lama, yaitu selama 4 bulan. Ini kesempatan besar untuk memberikan dampak langsung di desa dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Garut,” tegas Bupati Garut, Syakur Amin.
Program KKN yang disarankan Bupati Garut ini bertujuan untuk mengirimkan mahasiswa untuk tinggal selama empat bulan di desa-desa, dengan harapan mahasiswa dapat berkontribusi dalam revolusi pembangunan desa.
Setiap desa yang terlibat dalam program ini akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 20 juta, guna mendukung mahasiswa dalam menjalankan proyek-proyek pembangunan tersebut.
Lebih lanjut, Bupati Garut juga mengajak para wisudawan untuk tidak hanya fokus pada mencari pekerjaan di kota besar, tetapi juga memanfaatkan potensi desa.
“Ekonomi Garut banyak dipengaruhi oleh belanja rumah tangga. Ini artinya ada peluang besar di sektor pariwisata, industri, pertanian, dan perkebunan yang dapat dikembangkan di desa,” tambahnya.
Dengan berbagai tantangan yang ada, Syakur Amin, mengingatkan bahwa setiap wisudawan harus siap menghadapi tantangan global.
Melalui pendidikan yang mereka terima di Universitas Garut, diharapkan para wisudawan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki semangat juang yang tinggi untuk berinovasi dan memajukan daerah.
“Ke depan, pembangunan Garut akan sangat bergantung pada peran serta mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi yang berkualitas. Kami yakin, kalian adalah sumber daya manusia yang akan mempercepat akselerasi pembangunan Garut,” ungkap Abdusy Syakur Amin.
Dengan komitmen dan kerja keras, Bupati Garut percaya bahwa para wisudawan UNIGA akan menjadi motor penggerak kemajuan Kabupaten Garut dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Indonesia.***
Penulis : Soni Tarsoni










