WARTAGARUT.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) di Klinik Bunda Alya, Jumat (12/9/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala DPPKBPPPA Garut, Yayan Waryana, beserta jajaran petugas lapangan dan kader KB.
Dalam kesempatan itu, Syakur Amin menegaskan pentingnya pengendalian jumlah penduduk sejak dini.
Menurutnya, anak harus lahir dalam kondisi ideal agar tumbuh sehat dan berkualitas.
“Pencegahan ini dilakukan bukan untuk membatasi, melainkan untuk melindungi. Dengan KB, kita berupaya menekan angka kematian ibu yang masih tinggi di Garut,” ujarnya.
Program KB MOW kali ini menyasar ibu berusia di atas 40 tahun yang memiliki risiko tinggi jika kembali hamil.
Bupati Syakur juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi secara mandiri, tanpa bergantung sepenuhnya pada pemerintah.
Kepala DPPKBPPPA Garut, Yayan Waryana, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi.
Target peserta pelayanan MOW kali ini mencapai 80 orang, sementara target tahunan ditetapkan sebanyak 300 akseptor—bahkan melampaui target provinsi.
“Ini salah satu strategi kami untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Garut,” kata Yayan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Garut berada di angka 1,12 dan menempati peringkat ke-15 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Selain MOW, metode kontrasepsi seperti IUD dan implan masih banyak diminati masyarakat perkotaan.
Ke depan, DPPKBPPPA berencana menggelar pelayanan Metode Operasi Pria (MOP) pada November mendatang.
Yayan juga mengapresiasi peran aktif kader dan petugas KB yang mampu menjaring hingga mengantarkan calon akseptor ke layanan kesehatan.
Dukungan mereka dinilai penting untuk keberhasilan program KB di Garut.***
Penulis : Soni Tarsoni











