Lomba Hari Santri Nasional 2025! Kemenag Garut: Santri Adalah Perekat dan Tumpuan Masa Depan Bangsa

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lomba Hari Santri Nasional 2025! Kemenag Garut: Santri Adalah Perekat dan Tumpuan Masa Depan Bangsa

Lomba Hari Santri Nasional 2025! Kemenag Garut: Santri Adalah Perekat dan Tumpuan Masa Depan Bangsa

WARTAGARUT – Suasana khidmat dan semangat membara terasa di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (17/10/2025).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, secara resmi membuka Perlombaan Santri Antar Pesantren dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2025 Tingkat Kabupaten Garut.

Kegiatan ini digelar oleh Forum Pondok Pesantren (FPP) Garut dan menjadi momentum penting bagi para santri untuk menunjukkan bakat, ilmu, serta kontribusi mereka bagi bangsa.

Dalam sambutannya, Nurdin Yana menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan HSN yang berhasil menghadirkan nilai-nilai substantif pesantren.

“Kegiatan ini menyentuh tiga hal penting: mengasah ide dan gagasan santri, menumbuhkan wawasan implementatif terhadap ajaran agama, serta menumbuhkan empati dan simpati kepada masyarakat,” ujarnya.

Nurdin menegaskan bahwa pesantren bukan entitas yang terpisah dari masyarakat.

“Inilah bukti bahwa pesantren dan para kiai tidak hidup seperti menara gading. Mereka hidup di tengah masyarakat dan berperan aktif dalam kehidupan sosial,” tambahnya.

Salah satu cabang lomba yang menarik perhatian adalah Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) dengan materi Kitab Alfiyah Ibnu Malik, yang bertujuan memperdalam kemampuan tata bahasa Arab santri.

“Insya Allah, ilmu yang implementatif inilah yang akan menjadi pedoman agar kehidupan santri selalu berlandaskan tuntunan agama,” jelas Nurdin.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa santri adalah pilar penting bangsa.

“Santri itu perekat bangsa, pelopor bangsa, aset negara, dan tumpuan masa depan bangsa,” tegasnya.

H. Saepulloh juga menyoroti dua pendekatan penting yang harus dimiliki santri, yakni silaturahim untuk mempererat persaudaraan dan silatul fikri atau hubungan pemikiran guna melahirkan inovasi.

“Santri harus mampu menerjemahkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Saya yakin santri hari ini berpikir modern dan brilian,” ujarnya optimis.

Sementara itu, Ketua Panitia HSN 2025 sekaligus Ketua DPC FPP Garut, Aceng Nurjaman, menyampaikan rasa bangganya karena Pemerintah Kabupaten Garut memberikan ruang khusus bagi para santri untuk berkompetisi di Gedung Pendopo.

“Alhamdulillah, ini bentuk penghargaan luar biasa bagi komunitas pesantren. Santri bisa mengekspresikan kemampuan dan bakatnya di jantung pemerintahan Garut,” katanya.

Rangkaian Perlombaan HSN 2025 akan berlangsung selama tiga hari dan memperebutkan Piala Bupati Garut, dengan tiga cabang utama: MQK Kitab Alfiyah Ibnu Malik, Lomba Pidato Anak dan Remaja, serta Lomba Qosidah sebagai penutup kemeriahan Hari Santri Nasional 2025.

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Garut Dapat Kuota 2.000 Bidang Tanah, Reforma Agraria Dipacu untuk Tekan Kemiskinan
Kuota Haji Jabar 2026 Turun Jadi 29.643, Masa Tunggu Kini Disamaratakan 26 Tahun
Kemenag Garut Apresiasi Peresmian Aula LPTQ, Endang Sutiana: Perkuat Pembinaan Generasi Qurani
Kemenag Garut Dukung Tambahan Anggaran Pendidikan, Dr Saepulloh: Kunci Perubahan Ada di Pendidikan
Refleksi Halal Bihalal Kemenag Garut, Dr. Saepulloh Tekankan Makna Kesucian dan Perubahan ASN
Kemenag Garut Nilai Pengajian Ba’da Idulfitri Muhammadiyah Perkuat Dakwah dan Ekonomi Umat
Kakankemenag Garut: Silaturahmi Kunci Perkuat Sinergi di Momen Pascaleberan
Mudik Lebaran 1447 H, Kemenag Garut Siapkan Layanan Pemudik di Masjid dan Madrasah

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:41 WIB

Garut Dapat Kuota 2.000 Bidang Tanah, Reforma Agraria Dipacu untuk Tekan Kemiskinan

Minggu, 12 April 2026 - 15:33 WIB

Kuota Haji Jabar 2026 Turun Jadi 29.643, Masa Tunggu Kini Disamaratakan 26 Tahun

Selasa, 7 April 2026 - 07:25 WIB

Kemenag Garut Apresiasi Peresmian Aula LPTQ, Endang Sutiana: Perkuat Pembinaan Generasi Qurani

Senin, 6 April 2026 - 19:20 WIB

Kemenag Garut Dukung Tambahan Anggaran Pendidikan, Dr Saepulloh: Kunci Perubahan Ada di Pendidikan

Senin, 6 April 2026 - 13:10 WIB

Refleksi Halal Bihalal Kemenag Garut, Dr. Saepulloh Tekankan Makna Kesucian dan Perubahan ASN

Berita Terbaru

error: Content is protected !!