WARTAGARUT.COM – Longsoran batu dari tebing setinggi sekitar 10 meter terjadi di KM 189 petak 5 Stasiun Lebak Jero, wilayah Kabupaten Garut, yang sempat mengakibatkan keterlambatan perjalanan kereta api pada malam hari.
Berdasarkan rilis Diskominfo Kabupaten Garut, Peristiwa tersebut ditangani melalui giat evakuasi pada Sabtu, 3 Januari 2026, oleh tim gabungan dari unsur perkeretaapian dan instansi terkait.
Longsoran batu menutup sebagian jalur rel sehingga perjalanan kereta api yang masuk ke wilayah Kabupaten Garut tidak dapat berjalan normal untuk sementara waktu.
Berdasarkan laporan dari Bidang Keselamatan Perkeretaapian dan Pelayaran, keterlambatan perjalanan kereta api terjadi di luar jadwal normal akibat material longsoran yang harus segera dibersihkan demi menjamin keselamatan perjalanan.
Dengan koordinasi dan kesigapan berbagai pihak, di antaranya PT Kereta Api Indonesia (KAI), Kru JJ, PT KPM, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), serta Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan terukur.
“Berkat koordinasi dan respons cepat seluruh unsur yang terlibat, material longsoran berhasil dievakuasi dan jalur kembali aman untuk dilalui,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan.
Setelah proses pembersihan dan pemeriksaan jalur selesai, perjalanan kereta api yang melintasi wilayah Kabupaten Garut kembali berjalan normal, tanpa gangguan lanjutan.
Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pihak terkait mengimbau agar kewaspadaan tetap ditingkatkan, terutama di jalur perkeretaapian yang berada di wilayah rawan longsor, mengingat intensitas hujan yang masih berpotensi tinggi.***
Penulis : Soni Tarsoni








