Mengenal Jenis-Jenis POV atau Sudut Pandang dalam Sebuah Cerita

- Jurnalis

Kamis, 3 Agustus 2023 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Jenis-Jenis POV atau Sudut Pandang dalam Sebuah Cerita (TRISNA MAOLIANTI SARI)

Mengenal Jenis-Jenis POV atau Sudut Pandang dalam Sebuah Cerita (TRISNA MAOLIANTI SARI)

POV adalah singkatan dari Point of View atau sudut pandang. POV merupakan sudut pandang seorang penulis yang tercermin dalam penulisan atau karya tulisnya.

Selain pada buku cerita fiksi, POV juga bisa ditemukan dalam film, lo. Keberadaan POV memudahkan pembaca ataupun penonton untuk memahami maksud penulis atau orang yang membuat sebuah karya film.

Istilah POV digunakan juga untuk menggambarkan berbagai hal yang ingin disampaikan oleh penulis atau pembuat konten, beberapa waktu ini istilah POV juga digunakan dalam berbagai konten sosial media.

Namun, pada intinya POV digunakan untuk memudahkan seseorang dalam menempatkan diri ketika melihat suatu peristiwa atau kondisi.

Nah, selanjutnya akan dijelaskan tentang jenis-jenis POV yang terdapat dalam ceritan fiksi. Yuk, simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Jenis POV dalam Cerita Fiksi

  1. Sudut Pandang Orang Pertama (POV 1)

POV 1 adalah cerita yang menceritakan diri sendiri atau kisah si penulis. Sudut pandang orang pertama menggunakan ‘aku’ sebagai peran utama.

Sudut pandang orang pertama ini biasanya akan membangun perasaan seolah-olah si pembaca ikut mengalami hal yang serupa dengan tokoh utama, ‘aku’ digunakan sebagai pusat cerita.

  1. Sudut Pandang Orang Kedua (POV 2)

Sudut pandang orang kedua biasanya menggunakan ‘kamu’ sebagai peran utama. Namun, sangat jarang ditemukan pada cerita fiksi.

Jenis sudut pandang ini banyak ditemukan dalam karya-karya seperti artikel dan ditandai dengan ‘kamu’ atau ‘anda’.

  1. Sudut Pandang Orang Ketiga (POV 3)

Sudut pandang orang ketiga, akan membuat penulis memposisikan dirinya seolah tahu segala hal yang terjadi di keseluruhan cerita.

Dalam POV 3 ini, umumnya penulis akan menggunakan nama tokoh dan beberapa tokoh lainnya. POV 3 dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. POV 3 Terbatas

Pada sudut pandang ini, penulis mengetahui apa saja yang terjadi pada tokoh di sepanjang cerita, namun penulis enggak mengetahui secara mendetail.

Hal-hal yang diungkapkan dan diketahui oleh penulis berdasarkan pengamatan luar saja.

  1. POV 3 Serba tahu

Pada sudut pandang ini, penulis juga mengetahui segala hal yang terjadi pada karakter dalam cerita, namun jauh lebih mendetail dari POV 3 terbatas.

POV 3 jenis ini penulis bisa mengetahui hingga isi pikiran dan hati si tokoh.

Nah, Kids, itulah penjelasan tentang POV atau sudut pandang yang sering digunakan pada penggambaran penokohan dalam penulisan cerita atau penggambaran film.

POV atau sudut pandang memudahkan pesan atau penokohan yang ingin disampaikan atau digambarkan oleh kreator atau pencipta sebuah karya kepada penikmatnya.

Apa itu POV dalam Cerita Fiksi?

Aku cuma mau cerita tentang POV. POV itu apa sih?

Aku juga bingung waktu pertama kali denger kata POV. Apaan sih itu? Aku nggak paham artinya apaan.

Setelah searching di internet, ternyata POV itu singkatan dari Point Of View yang artinya Sudut Pandang. Ya salam …! Bisanya aku baru tahu istilah itu. Secara, aku belajar bahasa indonesia cuma di sekolah dan aku mengenalnya sebagai sudut pandang. Baru-baru ini aku dibuat bingung dengan istilah POV. Itu artinya … bahasa inggris aku sangat buruk. Bisa dibilang, aku nggak ngerti bahasa inggris karena selama ini cuma belajar bahasa indonesia yang biasa-biasa saja. Belum menggunakan istilah bahasa indonesia yang baik dan benar.

Oke, pertama-tama aku mau jelasin soal Sudut Pandang (Point Of View) dalam menulis sebuah cerita.

Wait …! Tulisan ini aku buat karena permintaan seseorang dan tidak bermaksud menggurui siapa pun atau sok pintar atau apalah. Aku juga masih belajar dan berharap tulisan ini bisa menjadi pengingat buat diriku sendiri.

Baca Juga :  PDAM Tirta Intan Garut Perkuat Komunikasi dengan Wilayah Sumber Air melalui Penyaluran Hewan Kurban Idul Adha

Yang aku tahu sudut pandang adalah posisi penulis dalam sebuah cerita atau cara penulis memandang dan menceritakan kisahnya. Aku sendiri lebih paham ketika aku memaknai sudut pandang (POV) sebagai posisi penulis dalam sebuah cerita.

Pertama kali aku mengenal sudut pandang yakni kelas 3 SD. Karena saat itu aku diminta kepala sekolah untuk mengikuti lomba kepenulisan. Mau tak mau, suka tak suka, aku kudu belajar. Walau sebenarnya aku nggak paham. Aku baru benar-benar paham ketika aku duduk di bangku SMP.

Ada 3 jenis sudut pandang penulis:

  1. Sudut Pandang Orang Pertama, Pelaku Utama.
  2. Sudut Pandang Orang Pertama, Pelaku Sampingan.
  3. Sudut Pandang Orang Ketiga (Serba tahu).

Nah, ketiga sudut pandang ini yang kemudian disebut sebagai POV (Point Of View) dalam istilah zaman now atau zaman sekarang ini. Maklum lah ya, aku ini termasuk anak zaman now 15 tahun yang lalu. Jadi, aku nggak paham istilah-istilah gaul anak sekarang. Lagipula, aku lebih suka menyebutnya dengan bahasa indonesia ketimbang diinggris-inggriskan. Itu lebih mudah buat aku yang emang nggak paham bahasa inggris, hahaha …

Apa perlu dijelasin satu-satu soal POV ini?

Oke, aku coba jelasin aja walau sebenarnya nggak perlu-perlu banget. Aku rasa, ketiga sudut pandang itu sudah dipahami banyak orang.

  1. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama (POV 1)

Sudut pandang orang pertama, maksudnya adalah penulis memposisikan dirinya sebagai orang pertama yang bercerita. Pelaku utama adalah penulis menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut. Biasanya, sudut pandang ini menggunakan kata “Aku” sebagai pencerita. Artinya si penulis memposisikan dirinya sebagai tokoh utama dalam sudut pandang “Aku”.

Kalau penulis memposisikan dirinya sebagai “Aku” dalam sebuah cerita, artinya penulis tidak akan bisa mengetahui bagaimana cerita kehidupan dari tokoh lain yang tidak berhubungan langsung dengan tokoh utama atau pun mengetahui isi hati dari tokoh lainnya.

Contoh cerita yang menggunakan POV 1 :

Aku berjalan menyusuri bukit yang dipenuhi padang ilalang. Perlahan-lahan kulangkahkan kaki di jalan setapak yang kiri dan kanannya dikelilingi ilalang yang sedang berbunga. Sesampainya di atas bukit, aku mendapati seseorang sedang duduk di atas batang kayu yang telah mati. Cowok berkaos biru itu langsung menyadari kedatanganku. Ia melempar senyum manis yang membuatku jadi salah tingkah. Ia bahkan tak henti menatapku dengan senyuman yang tak mampu aku artikan. Andai bisa kubaca hatinya, mungkin aku akan tahu bagaimana isi hatinya saat ini.

Kalimat yang harus dihindari dalam POV 1 adalah :

Aku berjalan menyusuri bukit yang dipenuhi padang ilalang. Perlahan-lahan kulangkahkan kaki di jalan setapak yang kiri dan kanannya dikelilingi ilalang yang sedang berbunga. Sesampainya di atas bukit, aku mendapati seseorang sedang duduk di atas batang kayu yang telah mati. Cowok berkaos biru itu langsung menyadari kedatanganku. Ia melempar senyum manis yang membuatku jadi salah tingkah. Ia tak henti menatapku sambil berkata dalam hati, “Kamu cantik sekali, setiap melihatmu … aku merasa bahagia.”

Kalimat yang aku tebalkan adalah kalimat yang harus kamu hindari ketika menggunakan POV 1 atau Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama. Karena, tidak seharusnya kamu mengetahui isi hati tokoh lain atau adegan apa pun yang tidak tertangkap oleh “Aku” sebagai tokoh utama.

  1. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan (POV 2)

Sudut pandang orang pertama, maksudnya adalah penulis memposisikan dirinya sebagai orang pertama yang bercerita. Pelaku sampingan adalah penulis menjadi tokoh sampingan dalam cerita tersebut. Biasanya, sudut pandang ini menggunakan kata “Kau” atau “Kamu” sebagai tokoh utama dan penulis sebagai pencerita. Artinya si penulis memposisikan dirinya sebagai sampingan (pencerita) kehidupan tokoh “Kamu” yang ada di dalam sebuah cerita.

Baca Juga :  A. Syakur Amin Dapat Apresiasi dari Ketua SOKSI Kabupaten Garut

Sudut pandang ini jarang digunakan oleh penulis karena sulit mendapatkan atau menggambarkan karakter dari tokoh tersebut.

Contoh cerita yang menggunakan POV 2:

Kamu duduk di sudut meja kafe sambil memandangi rintik hujan yang tak juga reda. Beberapa kali kamu melirik arloji di pergelangan tanganmu. Menunggu seseorang yang seharusnya sudah datang satu jam yang lalu. Kamu juga terlihat mengetuk-ngetuk meja untuk menetralisir rasa kesal yang hampir meluap dari dadamu. Seorang pelayan menghampirimu ketiga kalinya karena kamu belum juga memesan segelas kopi atau makanan lainnya.

Kalimat yang harus dihindari dalam POV 2 adalah penggunaan kata “aku”. Karena penulis sedang menceritakan orang lain yang disebut “kamu”. Jangan sampai penulis tiba-tiba masuk ke dalam cerita dengan penggunaan kata “Aku” karena kata tersebut digunakan pada sudut pandang orang pertama pelaku utama (POV 1).

  1. Sudut Pandang Orang Ketiga (POV 3)

Sudut pandang orang ketiga ( ini bukan pelakor lho ya!) atau sudut pandang serba tahu adalah sudut pandang lazim digunakan penulis untuk menceritakan dengan detil setiap adegan dan kejadian yang ada dalam cerita. Dalam sudut pandang ini, kita bisa menceritakan kehidupan beberapa tokoh sekaligus. Dalam sudut pandang ini, penulis berada dalam posisi sebagai pencerita yang serba tahu dan bukan sebagai tokoh utama maupun tokoh sampingan.

Contoh cerita yang menggunakan POV 3:

Anisa duduk di taman sekolah sambil membaca buku. Di telinganya terpasang earphone yang mengeluarkan musik-musik melow dari ponselnya. Sementara Hadi memandang Anisa dari kejauhan. Ia mengendap-ngendap mendekati Anisa yang tak menyadari kehadirannya karena sibuk dengan buku dan musiknya. Ketika tangan Hadi menyentuh bahu Anisa, Anisa terlonjak kaget dan mendengus kesal ke arah Hadi. Bukannya pergi menjauh, Hadi malah tertarik untuk menggoda Anisa. Akhirnya mereka saling kejar-kejaran seperti anak kecil, tak peduli dengan banyak pasang mata yang memandang ke arah mereka.

Dalam POV 3 atau sudut pandang orang ketiga yang serba tahu, penulis bisa menceritakan atau menggambarkan isi hati dari masing-masing tokoh. Hal ini tidak bisa kita gunakan dalam POV 1 atau POV 2.

Kayaknya cukup sampai di sini aja deh penjelasan dari aku soal POV (Point of View) atau sudut pandang dalam menulis sebuah cerita.

Intinya adalah … posisi penulis dalam cerita tersebut sebagai apa. Sebagai tokoh utama yang bercerita secara langsung tentang kehidupannya (POV 1), Sebagai orang sampingan yang menceritakan kehidupan tokoh utama (POV 2) atau sebagai pencerita yang serba tahu segalanya (POV 3).

Semoga tulisan ini mudah dimengerti buat kamu yang lagi belajar menulis atau sedang mencoba untuk belajar menulis cerita fiksi.

POV (Point of View) menjadi salah satu point penting dalam sebuah cerita setelah kita mendapatkan ide menulis cerita. Karena penggunaan POV yang tidak tepat bisa membuat cerita yang kita tulis menjadi rancu dan pastinya membingungkan pembaca.

Cerita yang menarik adalah cerita yang mudah dimengerti dan asyik untuk dibaca. Tidak hanya terpaku pada penggunaan kata baku dan tidak baku. Yang lebih penting adalah isi dari cerita dan pesan yang ditulis bisa sampai dan dimengerti dengan mudah oleh pembaca.

Demikian sedikit tulisan tentang POV (Point Of View) dari saya. Semoga bermanfaat …!

Penulis: TRISNA MAOLIANTI SARI

Berita Terkait

Bambang Hafidz Apresiasi Wisuda Tahfidz di Rumah Qur’an Yava Al-Barokah: Implementasi Visi Bertaqwa Garut
MTs Al Musaddadiyah Garut Wisuda 99 Siswa dengan Kelulusan 100%: Fokus pada Akademis dan Keagamaan
Himasip ITG Gelar Seminar World Water Day 2024, Nia Gania Karyana Ajak Hemat Air dan Jaga Sumber Daya Air
Pesan Ketua STAIDA Muhammadiyah Garut Bagi Wisudawan agar Berikan kontribusi Positif untuk Masyarakat
MUI Tarogong Kidul Gelar Raker Bahas Penguatan Amaliyah Zakat, Prosedur Kurban, dan Pilkada Garut 2024
Rektor Universitas Garut Abdusy Syakur Amin Pimpin Istighosah untuk Palestina, Tingkatkan Solidaritas Civitas Akademika
DLH Kabupaten Garut Gelar Serangkaian Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024
Kemenag Garut Apresiasi Kanwil Kemenag Jabar Raih Penghargaan Satuan Kerja Terbaik
Berita ini 656 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:38 WIB

Bambang Hafidz Apresiasi Wisuda Tahfidz di Rumah Qur’an Yava Al-Barokah: Implementasi Visi Bertaqwa Garut

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:41 WIB

MTs Al Musaddadiyah Garut Wisuda 99 Siswa dengan Kelulusan 100%: Fokus pada Akademis dan Keagamaan

Selasa, 11 Juni 2024 - 20:10 WIB

Himasip ITG Gelar Seminar World Water Day 2024, Nia Gania Karyana Ajak Hemat Air dan Jaga Sumber Daya Air

Sabtu, 8 Juni 2024 - 23:27 WIB

Pesan Ketua STAIDA Muhammadiyah Garut Bagi Wisudawan agar Berikan kontribusi Positif untuk Masyarakat

Sabtu, 8 Juni 2024 - 21:52 WIB

MUI Tarogong Kidul Gelar Raker Bahas Penguatan Amaliyah Zakat, Prosedur Kurban, dan Pilkada Garut 2024

Jumat, 7 Juni 2024 - 07:30 WIB

Rektor Universitas Garut Abdusy Syakur Amin Pimpin Istighosah untuk Palestina, Tingkatkan Solidaritas Civitas Akademika

Kamis, 6 Juni 2024 - 18:38 WIB

DLH Kabupaten Garut Gelar Serangkaian Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024

Senin, 3 Juni 2024 - 19:13 WIB

Kemenag Garut Apresiasi Kanwil Kemenag Jabar Raih Penghargaan Satuan Kerja Terbaik

Berita Terbaru

KPU Kabupaten Garut Tetapkan 50 Calon Terpilih Anggota DPRD

Birokrasi

KPU Kabupaten Garut Tetapkan 50 Calon Terpilih Anggota DPRD

Sabtu, 15 Jun 2024 - 06:25 WIB

Uncategorized

Ucapan Idul Adha 1445 H Tahun 2024 Bag 2

Sabtu, 15 Jun 2024 - 05:28 WIB

Uncategorized

Ucapan Idul Adha 1445 H Tahun 2024 Bag 1

Sabtu, 15 Jun 2024 - 05:23 WIB