WARTAGARUT.COM – Pendidikan vokasi dinilai menjadi pilar strategis dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa, seiring peringatan Milad Muhammadiyah yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I, sebagai refleksi peran pendidikan kejuruan dalam pembangunan sumber daya manusia.
Yan Yan menyampaikan, Milad Muhammadiyah bukan sekadar perayaan bertambahnya usia persyarikatan, melainkan momentum memperkuat komitmen dakwah melalui pendidikan yang memberdayakan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kesejahteraan bangsa tidak datang secara instan. Ia lahir dari kemandirian, dan kemandirian hanya bisa dibangun melalui pendidikan yang membekali keahlian sekaligus karakter,” ujar Yan Yan, Minggu (28/12/2025).
Sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, SMK Muhammadiyah Garut memosisikan pendidikan vokasi sebagai mesin kesejahteraan.
Menurut Yan Yan, visi Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.
Ia menjelaskan, di lingkungan SMK Muhammadiyah Garut, kesejahteraan diterjemahkan melalui penguatan skill dan character. Setiap lulusan diharapkan siap kerja, mandiri secara ekonomi, dan memiliki akhlak yang kuat.
“Setiap lulusan yang kompeten dan mandiri adalah kontribusi nyata Muhammadiyah dalam mengurangi pengangguran dan memutus rantai kemiskinan, khususnya di Kabupaten Garut,” katanya.
Yan Yan juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut.
Menurutnya, dukungan kebijakan dan arahan dari PDM menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan dakwah muamalah di bidang pendidikan.
“Sinergi antara kebijakan pimpinan daerah dan pelaksanaan di sekolah adalah kunci. Kami berterima kasih atas bimbingan PDM Garut yang senantiasa menjadi suluh dalam pengabdian,” ujarnya.
Dalam konteks memajukan kesejahteraan bangsa, SMK Muhammadiyah Garut memfokuskan tiga misi utama. Pertama, melahirkan tenaga kerja terampil yang beretos kerja Islami dan mampu bersaing secara global.
Kedua, menumbuhkan jiwa kewirausahaan agar lulusan tidak hanya mencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja. Ketiga, menjadikan prestasi sebagai media dakwah yang membanggakan persyarikatan dan masyarakat.
Menutup refleksinya, Yan Yan berharap Muhammadiyah tetap berada di garda terdepan dalam menjawab persoalan umat, khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial.
“Di tangan generasi muda yang terdidik inilah masa depan kesejahteraan bangsa ditentukan. Dari SMK Muhammadiyah Garut, kami siap berkontribusi untuk Indonesia yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni









