Reaktivasi Jalur Kereta Api, Diharapkan Jadi solusi Hindari Kemacetan

- Jurnalis

Kamis, 24 Maret 2022 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIRESMIKAN. Peresmian Stasiun dan Reaktivasi Jalur Kereta Api Lintas Garut – Cibatu, KA Cikuray serta KA Garut Cibatuan  yang berlokasi di Stasiun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (24/3/2022).

DIRESMIKAN. Peresmian Stasiun dan Reaktivasi Jalur Kereta Api Lintas Garut – Cibatu, KA Cikuray serta KA Garut Cibatuan yang berlokasi di Stasiun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (24/3/2022).

WARTA GARUT  – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Tohir bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia (RI), Budi Karya Sumadi didampingi Bupati Garut, Rudy Gunawan, dan Direktur Utama PT. KAI, Didiek Hartyanto meresmikan Stasiun dan Reaktivasi Jalur Kereta Api Lintas Garut – Cibatu, KA Cikuray serta KA Garut Cibatuan. Peresmian itu dilaksanakan di Stasiun Garut yang berlokasi di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (24/3/2022).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  RI, Erick Tohir, mengapresiasi  Peresmian Stasiun Garut dan reaktivasi Jalur Kereta Api Garut Cibatu, meski  di tengah pandemi covid-19 tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pihaknya terus melakukan upaya yang maksimal, meskipun penumpang kurang  maksimal karena covid-19, kata dia, pihaknya tdak berhenti melayani masyarakat.

“Kita tidak henti membangun,  justru saat covid ini, kita buktikan dengan membangun serta memperbaiki fasilitas yang ada, memperkuat logistik dan pariwisata untuk daerah,” ujarnya.

Selain itu, Erick mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Kabupten Garut, ikut membantu mendorong pembangunan reaktivasi jalur kereta api di Kabupaten Garut.

“Reaktivasi jalur kereta api ini, sangat bermanfaat bagi masyarakat Garut, terutama para pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),”ujarnya.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mengatakan, Pihaknya merasa senang atas reaktivasi jalur kereta api di Garut.

Pihaknya memeinta, agar  pemerintah daerah setempat, merawat fasilitas transportasi baru bagi masyarakat Garut ini.

“Semoga kita bisa menggunakan ini, dengan baik dan memberikan nilai tambah bagi Garut,” ucapnya.

Sementara, Bupati Garut Rudy Gunawan, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak  yang telah membantu reaktivasi Jalur kereta apai yang telah lama tidak beroperasi.

Ia mnerangkan, Jalur Garut – Cibatu ini, dibuka pertama kali tahun 1889 dan berhenti beroperasi tahun 1983.

“proses reaktivasi jalur tersebut sejak 2018 sepanjang 19 km, sekaligus  dioperasikan kembali  tiga stasiun yaitu Stasiun Garut, Wanaraja, dan Pasirjengkol,”uajrnya.

Selain itu, Rudy mengapresiasi  masyarakat Garut, yang telah mendukung pembangunan reaktivasi jalur kereta api, terutama masyarakat yang sebelumnya memiliki rumah di jalur reaktivasi kereta api Garut – Cibatu.

“Tentunya ini adalah berkat kerja sama kita semua, termasuk hari ini saya memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara kita yang pada saat itu menyewa lahan kereta api dan digunakan pembangunan hampir 40 tahun,” ucapnya.

Ia berharap, adanya reaktivasi jalur kereta api ini bisa menjadi solusi terbaik bagi masyarakat dalam menghindari macet dengan harga yang relatif cukup murah, khususnya di momen hari mudik.

“Tentu kereta api akan menjadi bagian dari pilihan transportasi masyarakat Garut, tentu kita berharap kereta api dari Jakarta menuju Garut ini mempermudah orang datang ke Garut, baik berwisata ataupun melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi serta sosial terutama di hari mudik,” harapnya.

Selain itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo mengungkapkan, apresiasinya kepada seluruh pihak sehingga reaktivasi jalur Cibatu – Garut dapat terealisasi.

Ia berharap, reaktivasi jalur kereta api ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Garut khususnya dari potensi kebangkitan wisata, termasuk membantu para pengusaha kecil di sekitar stasiun dalam memasarkan produk lokal mereka dengan kehadiran Pojok UMKM.

“Sebagai bentuk apresiasi, kami juga telah mengabadikan seluruh warga terdampak dari pembangunan ini dalam prasasti yang terletak pada setiap stasiun KA yang beroperasi sebagai simbol bahwasanya pelaksanaan reaktivasi jalur ini tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa peran serta masyarakat Garut yang sudah rela melaksanakan relokasi,” kata Didiek.

Berita Terkait

Mapag Hurip hingga Ziarah Bupati Terdahulu, Refleksi Sejarah di Hari Jadi Garut ke-213
Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan
7 Agenda Utama Warnai Hari Jadi Garut ke-213 Tahun 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
Zakat Fitrah Garut 2026 Resmi Ditetapkan Rp40.500, Ini Keputusan Lengkap BAZNAS
Kemenag Garut Uji Calon Kepala KUA, H. Saepulloh: Pelayanan Umat Harus Lebih Profesional
Kepala Kemenag Garut: Rakerda Penentu Keberhasilan Program 2026
70 Ribu Warga Garut Dicoret dari PBI, Bupati Syakur Amin Minta Layanan Kesehatan Tetap Jalan
Disdukcapil Garut Luncurkan Inovasi Sepeda Siswa, Penuhi Hak Administrasi Kependudukan bagi Para Siswa
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:32 WIB

Mapag Hurip hingga Ziarah Bupati Terdahulu, Refleksi Sejarah di Hari Jadi Garut ke-213

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:05 WIB

Saatnya Pengelolaan Desa Yang Partisipatif, Akuntabel dan Berwawasan Lingkungan

Rabu, 11 Februari 2026 - 10:20 WIB

7 Agenda Utama Warnai Hari Jadi Garut ke-213 Tahun 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:14 WIB

Zakat Fitrah Garut 2026 Resmi Ditetapkan Rp40.500, Ini Keputusan Lengkap BAZNAS

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:17 WIB

Kemenag Garut Uji Calon Kepala KUA, H. Saepulloh: Pelayanan Umat Harus Lebih Profesional

Berita Terbaru

error: Content is protected !!