Tercatat 12 Kasus KDRT di Garut Sepanjang Januari – September 2022

Rabu, 5 Oktober 2022 - 08:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gambar oleh Diana Cibotari dari Pixabay

Ilustrasi Gambar oleh Diana Cibotari dari Pixabay

WARTA GARUT – Faktor Ekonomi dan Perselingkuhan menjadi penyebab paling banyak dilaporkan dalam kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) secara verbal maupun non verbal.

Subkor Perlindungan dan Hak Perempuan Dra Baridah MM
Subkor Perlindungan dan Hak Perempuan, Dra Baridah MM

Hal itu disampaikan Subkor Perlindungan dan Hak Perempuan, Dra Baridah MM di kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Jalan Terusan Pahlawan Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (4/10/2022).

Ia menyebutkan, Jenis kekerasan dalam rumah tangga  (KDRT) secara verbal atau tanpa fisik contohnya seperti mengejek,membentak,mengancam termasuk bullying, sementara Kekerasan non-verbal diidentikkan dengan kekerasan fisik seperti memukul,mencubit dan segala macam kekerasan yang berbentuk melukai fisik.

selain itu. kata dia, Ada kekerasan psikologis misalnya perselingkuhan dalam keluarga,Kekerasan penelantaran, Kekerasan ekonomi dan kekerasan tindak pidana perdagangan orang atau human trafficking.

“Tahun ini yang masuk P2TP2A dan Dinas PPKBPPPA sampai bulan ini ada 12 kasus,”katanya.

Baca Juga :  Bupati Garut Siapkan Sistem Digital Pantau Absensi Siswa, Cegah ATS

Ia menerangkan, Pihaknya telah melakukan upaya Pencegahan, penanganan dan pendampingan kepada korban KDRT dengan cara mengadakan kegiatan diantaranya, Kegiatan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS), kemudian Sidang Isbat nikah dengan kuota 100 pasangan pertahun.

“Kita memfasilitasi pasangan yang sudah menikah tetapi belum punya buku nikah,”ujarnya.

Tak hanya itu, Pihaknya juga bekerja sama dengan PKK dalam penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan satuan tugas penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

“Kalau Satgas KDRT adanya di Desa sedangkan Poktan KDRT  adanya di tingkat RW,”tuturnya.

Terkait  Penanganan dan pembinaan, Kata dia, Pihaknya bekerja sama dengan P2TP2A mengadakan  pelayanan pendampingan seperti, Layanan psikologis, karena menurut dia, dari KDRT itu biasanya melahirkan trauma baik dari di perempuan maupun di anak-anaknya.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Garut: Kader IMM Harus Jadi Pembeda, Ini Alasannya

Kemudian layanan medis, misalnya, kata dia,  dari kekerasan KDRT terjadi seperti yang dialami  Lesti kejora ( Artis) maka, pihaknya mendamping untuk pengobatan ke Rumah Sakit  atau Puskesmas.

“ Terus  ada layanan hukum, misalnya korban  KDRT ini merasa ingin mendorong kasusnya ke ranah hukum, kita  dampingi untuk lapor ke Unit PPA Polres Garut,”ucapanya.

Selain itu kata Baridah, di P2TP2A juga, ada Layanan pemberdayaan yaitu berbagai pelatihan bagi korban kekerasan perempuan diantaranya:  Pelatihan tata boga, Tata busana, Tata rias.

 “Mereka diberi pelatihan, kan kalau bercerai si ibunya harus struggle (Berjuang), harus bisa mencari nafkah untuk anak-anaknya, sehingga di layanan pemberdayaan ini,  kita memberikan pelatihan-pelatihan,”katanya

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

24 Peserta Lolos Seleksi BAZNAS Garut, 5 Kursi Pimpinan Jadi Rebutan
Biaya Paspor di Imigrasi Garut Mulai Rp650 Ribu, Ini Jadwalnya
Bupati Garut Siapkan Sistem Digital Pantau Absensi Siswa, Cegah ATS
Jalan Banjarwangi-Singajaya Tak Masuk Proyek 13, PUPR Siapkan Rp39 Miliar
Debit Irigasi Garut Turun Hampir 50 Persen, PUPR Siapkan JIAT
Karhutla dan Kekeringan Mengancam Garut, 303 Kejadian Tercatat
Garut Perketat Obat Terlarang dan Jam Malam Anak, Patroli Mulai 21.00
Bupati Garut Lantik 3 Kades PAW, Ini Tiga Fokus Pembangunannya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:36 WIB

24 Peserta Lolos Seleksi BAZNAS Garut, 5 Kursi Pimpinan Jadi Rebutan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Biaya Paspor di Imigrasi Garut Mulai Rp650 Ribu, Ini Jadwalnya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Bupati Garut Siapkan Sistem Digital Pantau Absensi Siswa, Cegah ATS

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Jalan Banjarwangi-Singajaya Tak Masuk Proyek 13, PUPR Siapkan Rp39 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:39 WIB

Debit Irigasi Garut Turun Hampir 50 Persen, PUPR Siapkan JIAT

Berita Terbaru

Logo Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 dengan tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

PENDIDIKAN

Tema Hari Pramuka 2026 Resmi, Ini 3 Pesan Utamanya

Jumat, 14 Agu 2026 - 08:22 WIB