WARTAGARUT.COM – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut menggelar Sosialisasi Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan Bursa Kerja Khusus (BKK) Tahun 2025 di Aula BKK SMK Muhammadiyah Garut, Kamis (27/11/2025).
Kegiatan yang dihadiri Disnakertrans Provinsi Jawa Barat dan perwakilan PT Changshin Reksa Jaya Garut ini menjadi upaya memperkuat penyerapan tenaga kerja muda, terutama lulusan SMK yang siap memasuki dunia industri.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Garut, Rahany Eka Pratiwi, SP, mewakili Kepala Disnakertrans Garut, H. Muksin, S.Sos., M.Si.
Ia menyampaikan kondisi ketenagakerjaan Garut berdasarkan data BPS 2024 yang menunjukkan jumlah angkatan kerja mencapai 1.391.755 orang dari total penduduk usia kerja 1.985.377 orang, dengan TPAK 6,54 persen.
Selain itu, kata Ia, jumlah pencari kerja yang terdaftar di Disnakertrans mencapai 21.325 orang pada 2024, dan 3.166 orang hingga Oktober 2025.
Adapun menurut Rahany Eka Pratiwi, penempatan kerja baik dalam maupun luar negeri tercatat 19.083 orang, tersebar di sejumlah perusahaan seperti PT Changshin Reksa Jaya, PT Pratama Abadi Industri, PT Hoga Reksa Garment, PT Tactical Garment Garut, dan sektor lainnya.
“Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan serta optimalisasi BKK menjadi instrumen penting untuk mempertemukan lulusan SMK dengan dunia usaha. BKK membantu mengurangi pengangguran muda dan mempersiapkan siswa masuk ke dunia kerja sejak dini,” jelas Rahany.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan informasi pasar kerja online, prosedur pembuatan AK.1, informasi lowongan kerja dalam dan luar negeri, serta pemahaman dunia kerja.
Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I, menyatakan apresiasinya atas kegiatan ini yang dinilai memberi bekal konkret bagi siswa menghadapi persaingan kerja.
“Kami sangat menyambut baik karena ini peluang besar untuk siswa. Mereka mendapat teknik, trik, dan pemahaman bagaimana melamar kerja,” ujarnya.
Yan Yan mengatakan pihaknya terus meningkatkan kompetensi siswa melalui uji kompetensi bersama industri sebagai strategi agar lulusan SMK Muhammadiyah memiliki nilai lebih di pasar kerja.
Ketua BKK SMK Muhammadiyah Garut, Toni Sukirno, SE, Ak, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memperkuat pembinaan BKK dan membantu pemetaan alumni yang belum terserap kerja.
“Kami sekarang punya database alumni yang belum bekerja. Ini penting untuk menindaklanjuti kerjasama dengan Disnaker dan membuka MoU dengan berbagai perusahaan di Garut maupun luar daerah,” katanya.
Ia berharap pembinaan Disnaker terus berlanjut agar BKK dapat menjalankan fungsinya secara optimal.
Chief HR Recruitment PT Changshin Reksa Jaya Garut, Andri Zall, SSt.Par, yang hadir sebagai narasumber menekankan bahwa seluruh lulusan SMK memiliki peluang sama untuk bekerja di perusahaannya.
“Semua lulusan SMK berpeluang masuk Changshin. Kami terbuka untuk siapa pun. Prioritas kami tetap pada yang punya skill, baik dari pengalaman maupun pelatihan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Changshin berkomitmen mendukung upaya pemerintah menekan angka pengangguran dengan memberikan wawasan, motivasi, dan pembekalan soft skill bagi siswa.
“Saya ingin siswa SMK Garut bisa bekerja di manapun, bukan hanya di Changshin. Fokuslah pada jurusan yang dipilih dan terus tingkatkan kompetensi,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Disnakertrans Garut berharap siswa kelas XII dan para alumni memperoleh wawasan dunia kerja yang komprehensif, sehingga lebih siap dan kompetitif memasuki pasar kerja 2025.***
Penulis : Soni Tarsoni















