WARTAGARUT.COM – Konsep vertical garden atau kebun vertikal semakin populer di berbagai tempat, termasuk di Lapas Kelas IIA Garut.
Uniknya, metode bercocok tanam ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi solusi cerdas untuk menghasilkan pangan sehat di lahan terbatas.
Kalapas Garut, Rusdedy, menyebutkan bahwa vertical garden bukan sekadar penghijauan, tetapi juga bentuk pembinaan yang menekankan kemandirian dan kesadaran lingkungan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
“Dengan konsep ini, mereka belajar hidup sehat, disiplin, serta produktif, meski berada di ruang terbatas,” ujarnya.
Berikut beberapa fakta unik tentang vertical garden:
Hemat Lahan – Cocok diterapkan di rumah perkotaan yang sempit.
Ramah Lingkungan – Memanfaatkan botol bekas, pipa paralon, hingga rak kayu.
Bermanfaat Ganda – Selain mempercantik ruangan, juga menyediakan sayuran segar.
Mudah Dirawat – WBP maupun masyarakat umum bisa belajar hanya dalam hitungan hari.
Dukung Ketahanan Pangan – Hasil panen bisa menjadi sumber pangan keluarga.
Metode ini membuktikan bahwa penghijauan bisa dilakukan di mana saja, bahkan di balik tembok lapas.
Tidak heran jika vertical garden kini dianggap sebagai solusi gaya hidup sehat, hijau, sekaligus produktif.***
Penulis : Soni Tarsoni











