Perum Perhutani KPH Garut dan KLHK serta BPDAS, Meninjau Tanaman Macadamia untuk Masyarakat yang Berkelanjutan

- Jurnalis

Selasa, 19 September 2023 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perum Perhutani KPH Garut dan KLHK serta BPDAS, Meninjau Tanaman Macadamia untuk Masyarakat yang Berkelanjutan

Perum Perhutani KPH Garut dan KLHK serta BPDAS, Meninjau Tanaman Macadamia untuk Masyarakat yang Berkelanjutan

WARTAGARUT.COM– Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut, bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Cimanuk-Citanduy, telah melaksanakan peninjauan tanaman Macadamia.

.Kegiatan ini berlangsung di petak 24A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tarogong, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Leles pada Jumat, 23 September 2023.

Kegiatan yang melibatkan Administratur KPH Garut, Tofik, beserta jajarannya, Staf Khusus KLHK Anang, dan Kepala BPDAS Cimanuk-Citanduy, Rukma Dayadi, ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi lahan kritis yang telah dilakukan oleh Perum Perhutani KPH Garut sejak tahun 2017 hingga 2020. 

Administratur KPH Garut, Tofik Hidayat, menjelaskan bahwa Tanaman Macadamia, yang memiliki nama Latin Macadamia Integrifolia, ditanam di lahan seluas 10 hektar dan pada tahun 2019 mencapai jumlah 4.000 pohon dengan tinggi rata-rata mencapai 100 cm. 

Tofik Hidayat menjelaskan bahwa Perum Perhutani KPH Garut telah berhasil merehabilitasi lahan kritis selama empat tahun, mulai dari 2017 hingga 2020, sebagai hasil dari kerja sama dengan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS).

“Tanaman Macadamia merupakan salah satu jenis tanaman yang mempunyai nilai konservasi dan sekaligus mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Tanaman ini berpotensi untuk dapat dikembangkan khususnya bagi masyarakat sekitar hutan.”kata Tofik Hidayat.

Sementara itu, Staf Khusus KLHK,  Anang, menyampaikan tentang kegiatan Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam (UPSA) yang dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Lembah Hijau dalam penanaman Macadamia. 

Anang menegaskan bahwa UPSA adalah contoh nyata upaya pemberdayaan masyarakat dan juga langkah untuk menjaga kawasan hutan sesuai fungsinya. 

Dalam proses ini, kata Ia, tanaman sayuran secara bertahap dialihkan ke usaha produktif hortikultura untuk menciptakan keseimbangan yang baik.

“Semoga kita semua dapat menjaga dan mengembangkannya dengan baik supaya kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan porsinya masing-masing.”kata Anang berharap.

Selain penanaman Macadamia, di lokasi tersebut juga dikembangkan usaha Silvofishery dan Silvopasture, termasuk sarana dan prasarana di dalamnya.***

Berita Terkait

Ketua Umum PBNU Gus Yahya Kunjungi Al Musaddadiyah Garut, Teguhkan Sinergi Keulamaan dan Pendidikan Pesantren
CSR Astra Bangun 85 Rumah Gratis bagi Petani Kopi di Pakenjeng dan Cikajang
Hari Kartini 2026, Ketua TP PKK Cihurip Ajak Perempuan Tetap Optimistis
Dr. Agustine Merdekawati Ajak Perempuan Indonesia Terus Berkarya di Hari Kartini 2026
Ribuan Koi Meriahkan Garut Young Koi Show 2026, Peserta Datang dari Jakarta hingga Balikpapan
PDAM Tirta Intan Garut Bantu Perbaiki Rumah Ibu Novi, Kolaborasi Lawan Kemiskinan Ekstrem
Jaga Kontinuitas Layanan, Perumda Tirta Intan Garut Kirim Air ke Area Terdampak
Kuota Haji Jabar 2026 Turun Jadi 29.643, Masa Tunggu Kini Disamaratakan 26 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:29 WIB

Ketua Umum PBNU Gus Yahya Kunjungi Al Musaddadiyah Garut, Teguhkan Sinergi Keulamaan dan Pendidikan Pesantren

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:45 WIB

CSR Astra Bangun 85 Rumah Gratis bagi Petani Kopi di Pakenjeng dan Cikajang

Selasa, 21 April 2026 - 14:17 WIB

Hari Kartini 2026, Ketua TP PKK Cihurip Ajak Perempuan Tetap Optimistis

Selasa, 21 April 2026 - 14:02 WIB

Dr. Agustine Merdekawati Ajak Perempuan Indonesia Terus Berkarya di Hari Kartini 2026

Kamis, 16 April 2026 - 14:41 WIB

Ribuan Koi Meriahkan Garut Young Koi Show 2026, Peserta Datang dari Jakarta hingga Balikpapan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!