Harlah NU, Ketua PCNU Garut Tegaskan: Jangan Buat Sekat, Semua Warga Adalah Saudara

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harlah NU, Ketua PCNU Garut Tegaskan: Jangan Buat Sekat, Semua Warga Adalah Saudara

Harlah NU, Ketua PCNU Garut Tegaskan: Jangan Buat Sekat, Semua Warga Adalah Saudara

WARTAGARUT.COM – Pesan kuat tentang persatuan dan inklusivitas mengemuka dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Lapangan Desa Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jumat (23/1/2026).

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, KH. Atjeng Abdul Wahid, secara tegas mengingatkan seluruh pengurus NU agar tidak membangun sekat dengan masyarakat di luar organisasi, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan.

Dalam sambutannya, KH. Atjeng Wahid menyampaikan bahwa NU harus mampu hadir di semua lapisan masyarakat, tanpa membedakan latar belakang organisasi, kelompok, maupun pandangan.

“Nahdlatul Ulama mah kedah tiasa sasarengan, sareng anu dipayuneun, dipengkereun, di palih kanan, di palih kiri, éta sadayana saderek urang,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh warga masyarakat adalah saudara yang harus dirangkul, bukan dipisahkan oleh sekat-sekat organisasi.

KH. Atjeng Wahid menegaskan bahwa perbedaan di tengah masyarakat tidak boleh menjadi sumber konflik. Sebaliknya, perbedaan harus dijadikan modal untuk fastabiqul khoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

Baca Juga :  Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar

Ia meminta seluruh struktur NU, mulai dari tingkat ranting, anak ranting, hingga Majelis Wakil Cabang (MWC), agar aktif membangun komunikasi dengan masyarakat luas.

“Jangan sampai NU terkesan eksklusif. Kita harus hadir, mendengar, dan bekerja bersama umat,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Staf Ahli Bupati, Maskut Farid, menyampaikan apresiasi terhadap peran NU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merawat Islam moderat.

Ia menilai NU memiliki kontribusi besar tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga dalam pembangunan daerah.

“NU berperan penting dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, serta penguatan nilai-nilai persatuan di masyarakat,” kata Maskut.

Tema Harlah NU tahun ini, “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat, untuk Garut Hebat Maslahat”, dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Maskut juga menekankan peran NU sebagai benteng moral di tengah derasnya arus informasi digital.

Ia berharap NU mampu menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan isu provokatif yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Baca Juga :  Baznas Garut Masih Menunggu Seleksi Pimpinan, Masa Jabatan Ketua Berakhir November

“Di era digital, NU harus tetap konsisten memupuk persatuan dan mengedukasi generasi muda agar tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.

KH. Atjeng Wahid menjelaskan bahwa kegiatan Harlah di Pasirwangi merupakan titik awal dari rangkaian peringatan Harlah NU 100 tahun versi Masehi di Kabupaten Garut.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan pada 26 Januari 2026 di SOR Garut, sekaligus pembukaan Musyawarah Kerja PCNU yang akan diikuti perwakilan MWC.

Selain itu, PCNU Garut juga menginstruksikan sekitar 2.800 kader yang telah lulus pendidikan dasar untuk mengikuti Apel Kader pada 29 Januari 2026 di Masjid Al Jabbar Mekarmukti.

Apel tersebut rencananya akan dihadiri perwakilan Pengurus Besar (PB) dan Pengurus Wilayah (PW) NU.

Melalui peringatan Harlah ini, NU Garut menegaskan komitmennya untuk terus menjadi organisasi yang inklusif, terbuka, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua PDM Garut Tekankan Dialog dan Amal Saleh dalam Pelantikan Kepala SMP Muhammadiyah
Hari Santri 2026, Ketua PDM Garut Dorong Santri Jadi Penggerak Perubahan
Pengajian Aisyiyah Garut, Dr Agus Rahmat Nugraha Bahas Pendusta Ayat Allah
Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar
PDM Garut Dukung Seruan Muhammadiyah Hormati Putusan MK, Ini Pesan Pentingnya
Ketua PDM Garut Dorong Guru ISMUBA Jadi Penggerak Pendidikan Holistik
Ketua PDM Garut Tekankan Empat Kekuatan dalam Kaderisasi Muhammadiyah
AI Makin Canggih, Ketua PDM Garut Ungkap Tantangan Kader Muhammadiyah di Era Digital

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Ketua PDM Garut Tekankan Dialog dan Amal Saleh dalam Pelantikan Kepala SMP Muhammadiyah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Hari Santri 2026, Ketua PDM Garut Dorong Santri Jadi Penggerak Perubahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Pengajian Aisyiyah Garut, Dr Agus Rahmat Nugraha Bahas Pendusta Ayat Allah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:56 WIB

PDM Garut Dukung Seruan Muhammadiyah Hormati Putusan MK, Ini Pesan Pentingnya

Berita Terbaru

Kegiatan Readhaton Masagi menjadi bagian dari GELIS MASAGI untuk menumbuhkan budaya membaca di MTsN 1 Garut, Jumat (23/10/2026).

PENDIDIKAN

Readhaton Masagi MTsN 1 Garut Hidupkan Budaya Literasi Siswa

Sabtu, 24 Okt 2026 - 08:59 WIB