WARTAGARUT.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa Rapat Kerja Daerah (Rakerda) menjadi penentu utama keberhasilan seluruh program Kemenag Garut tahun 2026, karena melalui forum tersebut seluruh satuan kerja, madrasah negeri, dan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Garut menyatukan arah kebijakan, strategi, serta langkah teknis pelaksanaan di lapangan.
Penegasan tersebut disampaikan Saepulloh saat membuka Rakerda Kemenag Garut yang diikuti para pejabat struktural, kepala madrasah, kepala KUA, serta perwakilan satuan kerja lainnya, belum lama ini. Forum tersebut menjadi momentum awal dalam merancang peta jalan kinerja lembaga selama satu tahun ke depan.
“Rapat kerja ini merupakan ruh dan napas kita selama setahun ke depan. Dari sinilah kita merumuskan seluruh program yang akan dijalankan pada 2026. Langkah pertama hari ini sangat menentukan keberhasilan,” ujar Saepulloh dalam sambutannya.
Menurutnya, perencanaan yang matang menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keagamaan, pendidikan madrasah, serta pembinaan umat. Oleh karena itu, seluruh peserta Rakerda diminta berperan aktif menyampaikan masukan berbasis kondisi riil di lapangan.
Saepulloh menjelaskan, Rakerda tidak hanya berfokus pada penyusunan program administratif, tetapi juga menekankan efektivitas implementasi kebijakan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin setiap program benar-benar menjawab kebutuhan umat, guru madrasah, penghulu, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Dalam forum tersebut, Kemenag Garut juga melakukan evaluasi terhadap capaian program tahun sebelumnya. Hasil evaluasi dijadikan dasar untuk menyempurnakan kebijakan dan menyusun strategi baru yang lebih adaptif terhadap dinamika sosial dan perkembangan regulasi nasional.
Selain itu, koordinasi lintas satuan kerja menjadi perhatian utama. Saepulloh menilai, sinergi antara kantor kementerian, madrasah, KUA, dan mitra kerja sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan program.
“Tanpa kerja sama yang solid, perencanaan sebaik apa pun tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.
Rakerda 2026 juga membahas penguatan layanan berbasis digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, serta optimalisasi peran madrasah dalam membentuk karakter peserta didik. Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk mendukung reformasi birokrasi dan peningkatan mutu layanan publik.
Pihak Kemenag Garut menargetkan, hasil Rakerda dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk rencana aksi yang terukur, lengkap dengan indikator kinerja dan mekanisme pengawasan.
“Kami berharap seluruh jajaran bergerak serempak setelah Rakerda ini, sehingga tidak ada program yang berjalan sendiri-sendiri,” tutur Saepulloh.
Melalui perencanaan terpadu tersebut, Kemenag Garut berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan dan pendidikan yang profesional, transparan, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Rakerda ini sekaligus menjadi wujud konsolidasi internal dalam membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan responsif terhadap aspirasi publik di Kabupaten Garut.***
Penulis : Soni Tarsoni

















